![]() |
Oleh: Mukharom*
|
Indonesia
dalam sepekan ini heboh, tidak hanya soal hukum, politik, yang menguras energi,
sekarang masyarakat dihebohkan kembali dengan adanya buah apel impor dari
California, Amerika Serikat, yang diketahui terkontaminasi bakteri Listeria monocytogenes, dengan adanya pemberitaan ini masyarakat yang terbiasa mengkonsumsi
buah, khususnya buah impor menjadi cemas dan berhati-hati dalam memilih buah.
Pemerintah harus sigap dalam menangani maslah ini, karena menyangkut
kepentingan masyarakat luas, dengan kebijakan menarik produk buah yang sudah
beredar di supermarket, pasar maupun toko-toko buah, sehingga dapat dicegah
apabila bakteri Listeria monocytogenes benar-benar ada pada buah apel impor yang masuk ke Indonesia.
Sebenarnya
apa itu bakteri Listeria monocytogenes?
menurut penjelasan, Roy Saparingga.
KepalaBadan Pengawas Obat dan Makanan, bahwa bakteri Listeria monocytogenes dapat ditemukan
di lingkungan, khususnya yang berkelembaban tinggi, ditanah, dan pada tanaman
yang membusuk. Hewan tertentu dapat menjadi carrier
atau pembawa listeria tanpa jadi
sakit. Hal ini jadi sumber cemaran produk hewani seperti susu dan daging. Tak
seperti kebanyakan bakteri, listeria
mampu tumbuh pada suhu rendah, seperti kulkas 4-5 C, tetapi mati pada suhu 75 C.
Setiap orang dapat terinfeksi listeria
monocytogenes. Pada orang sehat, infeksi menimbulkan gejala ringan, seperti
nyeri otot, demam, mual, muntah dan kadang diare. Jika kekebalan tubuh baik,
gejala dapat sembuh sendirinya. Namun, pada kelompok resiko tinggi, infeksi Listeria monocytogenes dapat berakibat
parah, seperti septi kimia atau miningitis. Pada perempuan hamil, infeksi Listeria monocytogenes dapat
mengakibatkan keguguran janin. Jika buah segar yang digunakan tercemar listeria, listeria akan tumbuh karena ada nutrisi yang mendukung
pertumbuhannya. (kompas 4/2/2015).
Berkah
bagi pedagang buah lokal banyak di dapat setelan masyarakat mengetahui
pemberitaan tentan buah impor berbakteri, dengan beralihnya konsumen yang biasa
membeli buah impor kini membeli buah lokal, sebenarnya buah lokal pun tak kalah
dengan buah impor, kelebihan dan kekurangan buah lokal dibandingkan dengan buah
impor adalah buah
lokal lebih baik daripada buahan impor karena tidak ada penanganan pascapanen
berupa pengawetan, kekurangan buah lokal hanya pada penampilannya saja, bentuk
atau tampilan yang baik di supermarket belum tentu memiliki kualitas yang baik,
kelebihan buah lokal yang lain adalah rantai distribusi buah lokal lebih pendek
dibanding impor. Buah dan sayur nusantara paling aman untuk dikonsumsi karena
bebas treatment dan penyakit yang bisa
ditimbulkan dalam perlakuan pascapanen.
Oleh karena itu, peluang bagi petani buah
dan sayur untuk meningkatkan produktivitas buah dan sayur di Indonesia,sehingga
bisa bersaing dengan luar, dengan adanya kejadian ini, petani mendapatkan berkah,
keuntungan baik dari segi materi karena buah lokal sekarang lebih digemari dan
semangat utuk bertani buah pun menjadi lebih besar, pemerintah perlu mendorong dengan
berbagai kemudahan baik bantuan permodalan maupun bantuan alat pertanian yang
bisa mendukung para petani buah, pemasaran harus menjadi perhatian pemerintah
sehingga saat panen raya petani tidak lagi berfikir kemana mau menjual dan
memasarkan.
Satu hal
yang perlu kita tahu adalah bahwa negara kita adalah negara agraris dan tentu
saja sebagian besar mata pencaharian penduduknya adalah petani. Buah-buahan
sebagai satu komoditas yang ditanam di dalam negeri terkadang belum dapat
bersaing secara harga sehingga konsumen menjadi lebih tertarik untuk melirik
buah impor. Walaupun sebenarnya, buah lokal pun tidak kalah dalam hal rasa. Hal
ini disebabkan karena negara kita beriklim tropis dengan tanahnya yang subur
sehingga dapat menghasilkan buah yang rasanya jauh lebih kuat bila dibandingan
dengan buah impor. Jadi, kelebihan dan kekurangan buah lokal dibandingkan buah
impor dapat dijadikan pegangan bahwa kita pun sebenarnya mampu menghasilkan
buah berkualitas dan tidak kalah dengan buah dari luar negeri. Kebiasaan
masyarakat mengkonsumsi buah impor karena mereka gengsi, padahal kulitasnya
belum tentu lebih baik dar buah lokal.
Masyarakat
tidak perlu khawatir dengan adanya peristiwa apel california berbakteri, tiap
orang dapat mencegah agar terhindar dari keracunan bakteri Listeria monocytogenes,
Roy Sparringga. Memberikan kuncinya
adalah menangani dan menyimpan bahan makanan secara benar. Jika buah sayur
dikonsumsi mentah pastikan dicuci bersih menggunakan air yang setara kualitas
air minum, bisa air sumur maupun air PDAM yang telah dimasak atau menggunakan
air minum terkemas. Setelah dicuci, keringkan dengan lap bersih atau tisu.
Pisahkan buah dan sayur yang dikonsumsi mentah dari pangan hewani yang belum
dimasak, seperti telur, daging, unggas, dan susu untuk menghindari pencemaran.
(kompas 4/2/2015).
Pemerintah
mulai saat ini harus menggalakan “aku
cinta produk Indonesia” dengan masif kepada masyarakat, bahwa produk lokal
Indonesia lebih baik dari produk impor, sehingga petani untung, kesejahteraanya
lebih baik, ini merupan tanggungjawab kita bersama untuk mensukseskannya,
sehingga produk dalam negeri kita bisa bersaing dengan produk luar negeri, MEA
sudah di depan mata, persaingan akan semakin ketat, pemerintah harus bisa
memanfaatkannya secara maksimal, dengan mendorong dan meningkatkan kualitas
produk lokal. Masyarakat juga harus mendukung keberadaan buah lokal dengan cara
membeli produk dalam negeri dan membantu pemerintah mengkampanyekan “aku cinta produk Indonesia”.
Jateng Pos, 11 Februari 2015

Comments
Post a Comment